Minggu, 31 Desember 2017

31 December 2017

Today is the last day of 2017.

Kalau dipikir-pikir lagi, perasaan kemarin baru masuk kuliah jadi mahasiswi baru, tapi ternyata udah 7 tahun aja berlalunya, time went reallyyyyy fast, so fast that i hardly to noticed.
Pencapaian 7 tahun ini? Lulus kuliah pastinya sudah, dapet kerja juga udah, married? anytime soon kalau Tuhan menghendaki insyaAllah di 2018. Yah, bisa di bilang untuk pencapaian umum nya on track lah.

Pencapaian umum? emang ada pencapaian yang nggak umum?

Ada.

Kalau pencapaian umum itu adalah pencapaian dimana yang harus kita capai bukan untuk membahagiakan diri sendiri tapi juga membahagiakan orang tua kita, kalau pencapaian nggak umum atau bisa dibilang pencapaian pribadi itu sesuatu hal yang kita capai demi kebahagiaan dan kepuasan pribadi.

I have so many personal goals that i have to postponed due to achieving the general goals.

Salah satunya adalah studying abroad. Semenjak aku mengikuti Model united nation di New York 2014 lalu, i really really want to studying abroad especially in New york.

Because i'm in love with that city, if you're asking me if i believe love at first sight i will say that i believe because i love NYC at the first sight.

I want to take master of communication at NYU or Columbia University. Semenjak lulus di tahun 2015 kemarin sering banget lihat-lihat universitas di New York dan program beasiswa dari pemerintah apa saja yang kira-kira bisa aku ambil, dan juga sering latihan Bahasa Inggris because my english skill is very poor. Tapi makin kesini yah jadi mikir, kalau misalnya aku ambil Master di NYC pencapaian-pencapaian umum akan sedikit tersendat ditambah lagi orang tua udah ngejer-ngejer suruh nikah, takut anaknya keburu melempem kali ya hahaha.
Jadi kalau aku ambil Master di luar negeri, skenario nya akan begini:

  • Otomatis harus resign dari kantor, karena nggak mungkin dong eike ambil cuti 2 tahun? emangnya sini owner?
  • Kalau resign dari kantor nanti begitu balik dari NYC apakah akan mendapatkan pekerjaan sebaik yang sekarang? dan harus mulai karier dari nol lagi dong? sayang karier yang sekarang udah mulai dibangun.
  • Kalau ambil master, nikahnya harus di tunda dong? kalau misalnya nggak di tunda ya suami harus ikut ke NYC karena aku nggak mau long distance marriage. Tapi kalau suami ikut ke NYC nanti dia harus resign dari kerjaannya juga dong? trus kalau suami eike jobless pas balik ke tanah air suami istri sama-sama nganggur, duitnya dari mana?
  • and so on...
Jadi lah begitu, ribet ya? 

Ya kan nggak semua hal bisa berjalan sesuai apa yang kita mau, terkadang untuk mencapai suatu pencapaian harus ada yang dikorbankan, tapi untuk yang satu ini mending mengorbankan kepuasan pribadi dulu deh daripada harus mengorbankan beberapa kepentingan orang lain. Kalau sudah takdirnya akan ambil master di NYC, mau 10 taun lagi pun juga akan ada kesempatan itu.

InsyaAllah


:)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar